Situs Terlengkap Untuk Cerita Dewasa Pribadi | Cerita Sex Terbaru | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Hot | Cerita ABG | Cerita Tante-tante | Cerita Sex Jilbab | Seks Bergambar â" Menyalurkan Hasrat. Aku masih kuliah ditingkat akhir di PTS Jakarta namaku Wawan dari kecil hingga remaja aku menetap ditanah kelahiranku sukabumi kemudian aku melanjutkan ke perguruan tingginya di Jakarta, kehidupan ekonomi di keluargaku pas â" pasan dari ayahku adalah pensiunan dari bank sedangkan ibuku mengajar di sebuah SMA N Sukabumi.
Cerita Dewasa Menyalurkan Hasrat

Cerita Sex Menyalurkan Hasrat
Aku tinggal di tempat kos di daerah Jakarta Barat. Karena uang kiriman orang tuaku kadang-kadang terlambat dan terkadang bahkan tidak ada kiriman sama sekali, untuk bertahan hidup, akupun menjadi guru privat anak-anak SMA.
Memang aku beruntung dikaruniai otak yang lumayan encer. Akupun hidup prihatin di ibukota ini, terkadang seharian aku hanya makan supermie saja untuk mengganjal perutku. Aku pikir tidak mengapa, asal aku bisa hemat untuk bisa membeli buku kuliah dan lain sebagainya, sehingga aku bisa lulus dan membanggakan kedua orang tuaku.
Terkadang aku iri melihat teman-teman kuliahku. Mereka sering dugem, berpakaian bagus, bermobil, mempunyai HP terbaru, dll. Salah satu dari teman kuliahku bernama Utami. Dia seorang gadis cantik dan kaya.
Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Jakarta. Percaya atau tidak, dia adalah pacarku. Kadang aku heran, kok dia bisa tertarik padaku. Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya.
Ketika kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya aku orang yang baik, sopan dan pintar. Disamping itu, dia suka dengan wajahku yang katanya âcuteâ, dan perawakanku yang tinggi, tegap, kekar, dan berisi.
Nggak percuma juga aku sering latihan karate, renang, bola, dan voli waktu di Sukabumi dulu. Utami dan aku telah berpacaran semenjak dua tahun belakangan ini. Walaupun kami berbeda status sosial, dia tidak tampak malu berpaca ran denganku.
Akupun sedikit minder bila menjemputnya menggunakan motor bututku, di rumahnya yang berlokasi di Pondok Indah. Sering orang tuanya, mereka juga baik padaku, menawarkan untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama.
Tetapi aku memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Utami pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga aku selalu menolak. Kemana-mana aku selalu menggunakan motor bersama Utami. Utamipun tidak berkeberatan bahkan mengagumi prinsip hidupku.
Saat makan atau nonton, aku selalu menolak bila dia akan mentraktirku. Aku bilang padanya sebagai laki-laki aku yang harus bayarin dia. Meskipun tentu saja kami akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang murah.
Itupun aku lakukan kalau sedang punya uang. Kalau tidak ya kami sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku. Utami adalah gadis baik-baik. Aku sangat mencintainya. Sehingga dalam berpacaran kami tidak pernah be rtindak terlalu jauh.
Kami hanya berciuman dan paling jauh saling meraba. Memang benar kata orang, bila kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan menghormati orang tersebut. Utami pernah bilang padaku, kalau ia ingin mempertahankan keperawanannya sampai ia menikah nanti.
Terlebih akupun waktu itu masih perjaka. Mungkin hal ini sukar dipercaya oleh pembaca, mengingat trend pergaulan anak muda Jakarta sekarang. Keadaanku mulai berubah semenjak beberapa bulan yang lalu. Saat itu aku ditawari sebuah peluang untuk berwiraswasta oleh seorang temanku. Aku tertarik mendengar cerita suksesnya.
Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga aku berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Hasilnya ternyata luar biasa. Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat jitu.
Penghasilankupun per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah. Mungkin setingkat dengan level manajer perusahaan kelas menengah. Bekerjanyapun dapat part-time sambil disambi kuliah. Memang beruntung aku menemukan program ini.
Semenjak itu, penampilanku berubah. Gaya hidup yang sudah lama aku impikan sekarang telah dapat kunikmati. HP terbaru, pakaian bagus, sudah dapat aku beli. Semakin sering aku mengajak Utami untuk makan di restoran mahal serta nonton film terbaru di bioskop 21.
Utami sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya aku berusaha yang ilegal, seperti menjual narkoba. Tetapi setelah aku jelaskan apa bisnisku, dia pun lega dan ikut senang. Disuruhnya aku bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan jalan kepadaku. Hanya satu saja yang masih kurang.
Aku belum punya mobil. Setelah menabung dari hasil usahaku selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk membeli mobil bekas. Kulihat di suratkabar dan tertera iklan tentang mobil Timor tahun 1997 warna gold metalik.
Aku tertarik dan langsung kutelpon si penjualnya.
âYa betul⦠mobil saya memang dijualâ. Suara seorang wanita menjawab di ujung telepon.
âHarganya berapa Bu?â
âEmpat puluh delapan jutaâ
âKok mahal sih Bu?â
âKondisinya bagus lho.. Semuanya full orisinilâ Dengan cepat kukalkulasi danaku. Wah.. Untung masih cukup, walaupun aku harus menjual motorku dulu. Tetapi akupun berpikir, siapa tahu harganya masih bisa ditawar.
Kuputuskan untuk melihat mobilnya terlebih dahulu. âAlamatnya dimana Bu?â Diapun kemudian memberikan alamatnya, dan aku berjanji untuk datang ke sana sore ini sehabis kuliah. ***** Setelah mencari beberapa lama, sampai juga aku di alamat yang dimaksud.
âSelamat soreâ sapaku ketika seorang wanita cantik membuka pintu.
âOh sore..â jawabnya. Aku tertegun melihat kecantikan si ibu. Usianya mungkin sekitar 35 tahunan, dengan kulit yang putih bersih, dan badan yang seksi. P
ayudaranya yang tampak penuh di balik baju âyou can seeâ menambah kecantikannya. Agar pembaca dapat membayangkan kecantikannya, aku bisa bilang kalau si ibu ini 80% mirip dengan Sally Margaretha, bintang film itu.
âSaya Wawan yang tadi siang telepon ingin melihat mobil ibuâ
âOh.. Ya silakan masuk.â Akupun masuk ke dalam rumahnya. âTunggu sebentar ya Wan. Mobilnya masih dipakai sebentar menjemput anakku les. Mau minum apa?â
âAh.. Nggak usah ngerepotin.. Apa saja deh Buâ Akupun kemudian duduk di ruang tamu. Tak lama si ibu datang dengan membawa segelas air sirup.
âKamu masih kuliah ya,â tanyanya setelah duduk bersamaku di ruang tamu âIya Bu.. Hampir selesai sih â
âAyo diminum.. Beruntung ya kamu.. Dibelikan mobil oleh orang tuamuâ si ibu berkata lagi. Kuteguk sirup pemberian si ibu.
Enak sekali rasanya menghilangkan dahagaku.
âOh.. Ini saya beli dari usaha saya sendiri, Bu. Mangkanya jangan mahal-mahal dongâ jawabku.
âWah.. Hebat kamu kalau gitu. Memang usaha apa kok masih kuliah sudah bisa beli mobilâ
âYah usaha kecil-kecilan lahâ jawabku seadanya.
âNgomong-ngomong mobilnya kenapa dijual Bu?â
âAduh kamu ini ba Bu ba Bu dari tadi. Saya kan belum terlalu tua. Panggil saja tante Endah.â jawabnya sambil sedikit tertawa genit.
âMobilnya akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih baruâ âOh begitu..â jawabku. Kemudian tante Endah tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain. Agak rikuh aku dibuatnya.
Terlebih tante Endah duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
âAnaknya berapa tante. Terus suami tante kerja dimana?â tanyaku untuk menghilangkan kerikuhanku.
âAnakku satu. Masih SD. Suamiku sudah nggak ada. Dia meninggal dua tahun yang laluâ jawabnya.
âWaduh.. Maaf ya tanteâ âNggak apa kok Wan.. Kamu sendiri sudah punya pacar?â
â Sudah, tanteâ âCantik ya?â âCantik dong tante..â jawabku lagi. Duh, aku makin rikuh dibuatnya. Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini. Tante Endah kemudian beranjak duduk di sebelahku.
âCantik mana sama tante..â katanya sambil tangannya meremas tanganku.
âAnu.. Aduh.. Sama-sama, tante juga cantikâ jawabku sedikit tergagap. âKamu sudah pernah begituan dengan pacarmu?â.
Sambil berkata, tangan tante Endah mulai berpindah dari tanganku ke pahaku. âBelum.. Tante.. Saya masih perjaka.. Saya nggak mau begituan duluâ jawabku sambil menepis tangan tante Endah yang sedang meremas-remas pahaku.
Jujur saja, sebenarnya akupun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu aku masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Utami pacarku. Mendengar kalau aku masih perjaka, tampak tante Endah tersenyum.
âMau tante ajarin caranya bikin senang wanita?â tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahaku, dan kemudian secara pe rlahan mengusap-usap penisku dari balik celana. âAduh.. Tante.. Saya sudah punya pacar..
Nggak usah deh..â âMobilnya kapan datang sih?â lanjutku lagi. âSebentar lagi.. Mungkin macet di jalan. Mau minum lagi?
â Tanpa menunggu jawabanku, tante Endah pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong. Lega juga rasanya terlepas dari bujuk rayu tante Endah. Beberapa menit kemudian, tante Endah kembali membawa minumanku.
âAyo diminum lagiâ kata tante Endah sambil memberikan gelas berisi sirup padaku. Kuteguk sirup itu, dan terasa agak lain dari yang tadi. Tante Endah kemudian kembali duduk di sebelahku.
âYa sudah.. Kamu memang setia nih ceritanya.. Kita ngobrol aja deh sambil menunggu mobilnya datang, OK?â
âIya tante..â jawabku lega. âKamu ngambil jurusan apa?â âEkonomi, tanteâ âKenal pacarmu di sana juga?â Waduh.. Aku berpikir kok si tante kembali nanyanya yang kayak begituan. âIya dia teman kuliahâ
âCeritain dong gimana ketemuannyaâ Yah daripada diminta yang nggak-nggak, aku setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan Utami. Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami kunjungi. Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku terangsang hebat.
Akupun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di dahiku. âKenapa Wan.. Kamu sakit yaâ tanya tante Endah tersenyum sambil kembali meremas tanganku.
Tangannya kemudian beralih ke pahaku dan kembali diusap dan diremasnya perlahan.
âAnu tante rasanya kok agak aneh ya?â jawabku.
âTapi enak kan?â Tante Endahpun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut. Tak kuasa lagi aku menolak tante Endah.
Nafsuku telah sampai di ubun-ubun.
âSaya tadi dikasih apa tanteâ tanyaku lirih. âAh.. Cuma sedikit obat kok. Supaya kam u bisa lebih rileksâ jawabnya sambil tangannya mulai membuka retsleting celanaku.
âAyo, tante ingin merasakan penismu yang masih perjaka ituâ lanjutnya sambil kembali menciumi wajahku. Tante Endahpun kemudian membuka celanaku beserta celana dalamnya sekaligus. âHmm.. Besar juga ya punyamu.
Tante suka tongkol besar anak muda beginiâ. Tangannya mulai mengocok penisku perlahan. Kemudian tante Endah merebahkan kepalanya dipangkuanku. Diciumnya kepala penisku, dan lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan gairah berahi.
âAh.. Tante..â desahku menahan nikmat, ketika mulut tante Endah mulai menghisap dan menjilati penisku. Tangan tante Endahpun tak tinggal diam. Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah zakarku.
Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali tante Endah bangkit dan menciumiku. âKita lanjutin pelajarannya di kamar yuk sayang..â bisiknya. Akupun sudah tak kuasa menolak. Nafsu berahi telah menguasai diriku.
Kamipun beranjak menuju kamar tidur tante Endah di bagian belakang rumah. Sesampainya aku di kamar, tante Endah kembali menciumiku. Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya yang membusung.
âAyo sayang.. Kamu remas yaâ Kuikuti instruksi tante Endah dan kuremas payudara miliknya. Tante Endahpun terdengar mengerang nikmat.
âSayang⦠tolong bukain baju tante yaâ. Tante Endah membalikkan badan dan akupun membuka retsleting baju âyou can seeânya. Setelah terbuka, tante Endah kembali berbalik menghadapku. âBHnya sekalian donk sayang..â ujarnya.
Kuciumi kembali wajahnya yang ayu itu, sambil tanganku mencari-cari pengait BH di punggungnya.
âAduh.. Kamu lugu amat ya.. Tante suka..â katanya disela-sela ciuman kami.
âPengaitnya di depan, sayang..â Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus payudara tante Endah yang besar itu.
Kubuka pengaitnya sehing ga payudara kenyal itupun seolah meloncat keluar. âBagus khan sayang.. Ayo kamu hisap ya..â Tangan tante Endah merengkuh kepalaku dan didorong ke arah dadanya.
Tangannya yang satunya lagi meremas payudaranya sendiri dan menyorongkannya ke arah wajahku.
âAh.. Enak.. Anak pintar.. Sshhâ desah tante Endah ketika aku mulai menghisap payudaranya. âJilati putingnya yang..â instruksi tante Endah lebih lanjut. Dengan menurut, akupun menjilati puting payudara tante Endah yang telah mengeras.
Kemudian aku kembali menghisap sepasang payudaranya bergantian. Setelah puas aku hisapi payudaranya, tante Endah kemudian mengangkat kepalaku dan kembali menciumiku.
âSekarang kamu buka rok tante yaâ Tante Endah merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat. Kuremas pantatnya, lalu kubuka retsleting rok mininya. Aku terbelalak melihat Tante Endah ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini.
Seksi sekali pemandangan saat itu. Tubuh tante Endah yang padat dengan payudara yang membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih dikenakannya. Kembali tante Endah mencium bibirku. Lantas ditekannya bahuku, membuatku berlutut di depannya.
Tangan tante Endah lalu menyibakkan celana dalamnya sehingga vaginanya yang berbulu halus dan tercukur rapi nampak jelas di depanku.
âCium di sini yuk sayang..â perintahnya sambil mendorong kepalaku perlahan. âOh..my god.. Sshhâ erang tante Endah ketika mulutku mulai menciumi vaginanya.
Kujilati juga vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir vaginanya.
âAhh.. Kamu pintar ya.. Ahhâ desahnya. Tante Endah lantas melepaskan celana dalamnya, sehingga akupun lebih bebas memberikan kenikmatan padanya.
âJilat di sini sayang..â instruksi tante Endah sambil tangannya mengusap klitorisnya. Kujilati klitoris tante Endah. Desahan tante Endah semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil tanga nnya mendekap erat kepalaku.
Beberapa saat kemudian, tubuh tante Endahpun mengejang. âYes.. Ah.. Yes..â jeritnya. Liang vaginanya tampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya. Kusedot habis cairan vaginanya sambil sesekali kuciumi paha mulus tante Endah.
Tak percuma ilmu yang kudapat selama ini dari pengalamanku menonton dan mengkoleksi video porno.
âKita terusin di ranjang yuk..â ajaknya setelah mengambil nafas panjang. Akupun kemudian melucuti semua pakaianku.
Tante Endah lalu membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami merebahkan diri di ranjang.
âCiumi susu tante lagi dong yang..â Aku dengan gemas mengabulkan permintaannya. Payudara tante Endah yang membusung kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk aku, menjadi gemas.
Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting payudara tante Endah, tangannya menuntun tanganku ke vaginanya. Akupun mengerti apa yang ia mau. Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan klitorisnya.
Tante Endah kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit kembali. Ditariknya wajahku dari payudaranya dan kembali diciuminya bibirku dengan ganas. Selanjutnya, tante Endah menindih tubuh atletisku.
Dijilatinya dada bidangku dan kedua putingnya dan kemudian perut sixpackku pun tak lupa diciuminya. Sesampainya di penisku, dengan gemas dijilatinya lagi batangnya. Tak lama kemudian, kepala tante Endahpun sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku.
âSekarang tante pengin ambil perjakamu ya..â Sambil berkata begitu, tante Endah menaiki tubuhku. Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang vagina tante Endah.
âUh.. Nikmat sekali.. Tante suka tongkolmu.. Enak..â desah tante Endah sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhku.
âHeh.. Heh.. Heh..â begitu suara yang terdengar dari mulut tante E ndah. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku.
âTante suka.. Ahh.. Ngent*tin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..â Tante Endah terus meracau sambil menikmati tubuhku. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaranya yang bergoyang-goyang berirama.
Akupun meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahan tante Endah semakin menjadi-jadi.
âEnak.. Ahh.. Ayo terus.. ent*tin tante.. Ah.. Anak pintar.. Ahh..â Tak lama tubuh tante Endahpun kembali mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, tante Endah mengalami orgasme yang kedua kalinya.
Tubuh tante Endah kemudian rubuh di atasku. Karena aku belum orgasme, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Kubalikkan tubuh tante Endah, dan kugenjot penisku dalam liang kewanitaannya.
Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.
âOh.. Enak tante.. Yes.. Yes..â erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
âWawan mau keluar tante..â kataku ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke ujung penisku.
âKeluarin di mulut tante, sayang..â Akupun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah tante Endah. Tangan tante Endah langsung meraih penisku, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.
âAhh.. Tante..â jeritku ketika aku menyemburkan air maniku dalam mulut tante Endah. Tante Endah lantas mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahnya yang cantik. ***** Setelah membersihkan diri, kamipun kembali duduk di ruang tamu.
âEnak Wan?â tanyanya sambil tersenyum genit. âEnak tante⦠memang tante sering ya beginianâ
âNggak kok.. Kalau pas ada anak muda yang tante suka saja..â âOh.. Tante sukanya anak muda ya..â
âIya Wan.. Disamping staminanya masih kuat.. Tante juga merasa jadi lebih awet muda.â jawab tante Endah genit.
Tak lama mobil yang dinanti pun datang. Akhirnya aku jadi membeli mobil tante Endah itu. Disamping kondisinya masih bagus, tante Endah memberikan korting delapan juta rupiah.
âAsal kamu janji sering-sering main ke sini yaâ katanya sambil tersenyum saat memberikan potongan harga itu. Kejadian ini berlangsung sebulan yang lalu. Sampai saat ini, aku masih berselingkuh dengan tante Endah.
Sebenarnya aku diliputi perasaan berdosa kepada Utami pacarku. Tetapi apa daya, setelah kejadian itu, aku jadi ketagihan bermain seks. Aku tetap sangat mencintai pacarku, dan tetap menjaga batas-batas dalam berpacaran.
Tetapi untuk menyalurkan hasratku, aku terus berhubungan dengan tante Endah. Bisniskupun makin lancar. Keuanganku semakin membaik, sehingga aku sanggup memberikan hadiah-hadiah mahal pada Utami untuk menutupi rasa bersalahku
CERITA SEX, KUMPULAN CERITA DEWASA, CERITA PANAS, KOLEKSI CERITA MESUM, CERITA SEKS, CERITA 17+, ANAK SMP BUGIL DAN SISWI SMA BUGIL TELANJANG, TA NTE BUGIL, TANTE GIRANG BUGIL, TANTE GIRANG VAGINA MERAH BASAH, ABG TELANJANG SMA DAN VIDEO VAGINA MERAH BASAH, SEX CEWEK NGENTOT, SITUS VAGINA MERAH BASAH, KHUSUS ANAK SMP, CERITA SEX ABG, SUKA BUGIL, ABG FOTO BUGIL TERBARU, ABG NGENTOT MEMEK, ABG SITUS VAGINA MERAH BASAH, KHUSUS ANAK SMA, SITUS VAGINA MERAH BASAH, ABG HOT VAGINA MERAH BASAH, CERITA SEKS PEREK ANAK SMA, SMA TELANJANG, CEWEK SMA BUGIL, SISWI SMU BUGIL, DOWNLOAD PERGAULAN BEBAS ANAK ANAK SMA, MEMEK NGANGKANG DIENTOT,